Kenapa Tidak Minta Yang Terbaik?
Manusia memang tidak pernah luput dari yang namanya menyesal. Setelah menyesal, barulah dia merasa sedih dan memohon ampun pada Nya. Memang seperti itulah kudratnya. Tetapi bagi hamba yang telah mencapai titik keimanan yang lebih, tentunya ia tidak akan mengalami perkara seperti diatas, dia akan pasrah kepadaNya, dan menerima semua keputusanNya dengan lapang dada, sehingga tidak tampak penyesalan di wajahnya.
Manusia memang diberi nafsu oleh Allah Swt. Jika nafsu itu dapat dikelola dengan baik, ertinya apa yang diinginkannya semata-mata adalah untuk mencapai keredhaanNya, maka apapun hasilnya, insyaAllah, akan menyenangkan. Lain halnya jika manusia bernafsu akan suatu hal, tetapi ia tidak mengelolanya dengan baik, maka hasil apapun yang diberi Allah dianggapnya sebagai suatu tanda bahawa Allah tidak sayang lagi padanya.
Read MoreWarkah untuk mu sahabat…..
Sahabat Saidina Ali bin Abi thalib, berkata:
Bahawa iman seseorang itu laksana air laut, terkadang ia pasang terkadang ia surut.
Sahabat,…
Mungkin itulah yang terjadi pada diriku saat ini
Mungkin saat ini imanku aku sedang pasang
Sehingga aku ingin menyambung tali uhkuwah dengan kalian lebih dekat
Aku ingin mengajak saudara-saudaraku para ikhwan dan para akhwat yang kucintai untuk berma`rifatullah, melalui warkah ini.
Tapi mungkin esok atau lusa aku akan kembali seperti sebelumnya.
Ya,……………! begitulah diriku
Aku masih belum dapat berpegang teguh pada pendirianku secara utuh.
Aku masih diliputi nafsu keduniawian yang terkadang membuatku terkekang di dalamnya.
Read More
Melembutkan Hati Yang Membatu
Memang susah nak lembutkan hati yang sudah keras seperti batu bak kata pepatah ‘nak lenturkankan buluh biarlah dari rebungnya‘. Sueella sedang mengumpulkan petikan email2 pilihan Sueella untuk dimuatkan di blog ini. Moga apa yang dimuatkan di sini bermanfaat untuk tatapan bersama.
“Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu dia tetap berada dalam cahaya ( hidayat petunjuk ) dari Tuhannya, ( sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan )? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata.”
Read MoreMenggapai Petunjuk Ilahi
Secara rohani, petunjuk Tuhan (hidayah) dapat dipandang sebagai pangkal dari semua kebaikan. Manusia tidak mungkin menggapai kebaikan-kebaikan dalam hidupnya tanpa petunjuk dari Allah. Firman-Nya;
“…..Tuhan kami adalah Allah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kepadanya, kemudian memberinya petunjuk. “
QS Taha : 50
Menurut ulama besar Syekh Muhammad Abduh, petunjuk Allah itu mencakupi empat macam, iaitu petunjuk instinct atau naluri (hidayat al-wujdan), petunjuk pancaindera (hidayat al-hawas), petunjuk akal fikiran (hidayat al-’aql), dan petunjuk agama (hidayat al-din).
Read MoreMenggapai Ketenangan Hati
Sebelum ini, telah disebutkan kepada kita bahawa dengan zikrullah itu hati kita akan tenang dengan perkara-perkara dunia. Ia membawa maksud selagi hati kita dapat terhubung dengan Tuhan, nescaya diri kita tidak dapat dipengaruhi dengan perkara-perkara dunia yang melalaikan serta menyusahkan. Begitulah yang kita diberitahu. Namun, bagaimana boleh dihubungkan kedua-duanya iaitu denganĀ zikrullah, boleh kita dapat ketenangan dunia? Bagaimana zikrullah itu boleh menenggelamkan rasa bimbang, risau, cemas dan takut kita kepada perkara dunia? Mana tidaknya, sakit, miskin, hilang jawatan, dimaki atau dicerca orang, dan berbagai lagi musibah dunia, bukankah ia menyusahkan? Bukankah itu menggugat hati sehingga datang bimbang, cemas dan takut? Oleh itu marilah kita perhatikan hubungkait antara keduanya agar benar-benar kita faham bagaimana zikrullah boleh menjadi penawar kepada kesusahan dunia.
Read More
